Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Akhirnya Pertamina Bisa Pasok Bahan Bakar Freeport

Surel Cetak PDF

Setelah 40 tahun lebih beroperasi, PT Freeport Indonesia kini minta PT Pertamina (Persero) untuk memasok kebutuhan bahan bakarnya. Kontrak pasokan bahan bakar itu mencapai Rp 2,5 triliun per tahun.

OLEH: RAMA JULIAN SAPUTRA

PT Pertamina (Persero) dan PT Jakarta, Awal Juli lalu. Freeport Indonesia (PTFI) akhirnya menandatangani kesepakatan kerja sauna Letter of Intent (LoI) jual beli High Speed Diesel (HSD) yang akan digunakan perusahaan tersebut untuk bahan bakar operasionalnya di lokasi tambang di Kabupaten Mimika, Papua.

Penandatanganan LoI dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dan Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto di Jakarta, Awal juli lalu.

Karen Agustiawan mengatakan, melalui Lol ini Pertamina akan memasok kebutuhan solar HSD PTFI sebanyak 21.000 ribu kiloliter (KL) per bulan. Dengan asumsi harga solar yang digunakan Rp 10 ribu per liter, maka nilai kontrak tersebut sekitar Rp 2,5 triliun per tahun. Kebutuhan HSD PTFI sebesar 36.000 ribu KL per bulan. Ini merupakan kerja sama pertama setelah Freeport beroperasi 40 tahun di Indonesia.

Karen menambahkan, selama lebih dari 50 tahun menangani distribusi bahan akar minyak dan selama 40 tahun Freeport beroperasi di Indonesia, baru kali ini terjalin kontrak kerja sama. Untuk itu ia berharap pada kerja sama lainnya mendatang, pasokan Pertamina ntuk Freeport bisa ditingkatkan.

Freeport tidak perlu sungkan jika merasa pasokan dari kami belum memenuhi spesifikasi teknis. Kami pasti penuhi (spesifikasi) teknisnya. Kami berharap pada tahun-tahun ke depan, volume bisa diperbesar," kata Karen.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menambahkan bahwa suplai solar akan dilakukan pada awal 2014. Dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, Pertamina akan melakukan uji coba pengiriman kargo sebesar 10 KL.

Frekuensi penerbangan di Timika meningkat sehingga kebutuhan bahan bakar tersebut juga bertambah. "Kami harapkan bisa buka DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) juga sehingga penerbangan lain bisa masuk kesana. Ini akan memberi keuntungan selain untuk Freeport, juga masyarakat di sekitar lokasi Freeport," terang Hanung.

Dalam Lol tersebut, pasokan HSD Pertamina kepada PTFI akan dilakukan selama 1 tahun dengan opsi perpanjangan setiap tahun selama 2 kali dengan mempertimbangkan hasil evaluasi pada kinerja pasokan setiap tahunnya. Selain HSD, saat ini PTFI telah menggunakan produk Pertamina, yaitu Avtur untuk kegiatan operasional perusahaan.

Indonesia untuk menolak pasokan dari Pertamina. "Sudah 40 tahun niat untuk bisa bekerja sama dan akhirnya sekarang terwujud."

Alasan pembelian solar dari Pertamina, menurut Rozik, seiring dengan tujuan Freeport untuk mendukung pembangunan nasional. "Freeport punya misi, bukan sekedar jadi perusahaan tambang, tapi juga bisa berperan untuk pembangunan. Tentunya masalah energi terpenting," ungkapnya.

Dia menambahkan, kebutuhan bahan bakar Freeport mencapai 2,85 juta barel per tahun. Pertamina memasok 60 persen dari total kebutuhan solar untuk operasi di pertambangan. Sementara 40 persen sisanya akan dipasok oleh supplier lain. "Kerja sama dengan Pertamina akan berlangsung selama tiga tahun,” jelasnya. Menurut Rozik selama ini pasokan solar Freeport berasal dari supplier swasta, salah satunya PT AKR.

 Sumber : Resources-IMA, Juli 2013

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 25 Juli 2013 11:15 )