Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Tanggapan IMA atas Kasus Buyat

Surel Cetak PDF

Asosiasi Pertambangan Indonesia/IMA sangat menyesalkan pernyataan Menteri Lingkungan tentang Newmont Minahasa Raya. Tim Teknis Kementerian Lingkungan Hidup yang mempelajari lingkungan Teluk Buyat nampaknya telah didominasi oleh kelompok yang curiga terhadap pertambangan, kata Ketua IMA.

Interpretasi Tim Teknis terhadap data ilmiah yang dihimpun dari Teluk Buyat telah di distorsi dan faktanya di salah artikan. Data ilmiah tersebut jelas menunjukkan tidak ada pencemaran di Teluk Buyat, namun kelompok yang mencurigai pertambangan telah berhasil memutarbalikkan fakta dan mengatakan “ada pencemaran”, kata Beni.

Adalah suatu kenyataan ilmiah bahwa sifat geologi daerah sekitar Teluk Buyat secara alamiah mengandung kadar Merkuri dan Arsen dalam bentuk mineral cinnabar, orphimen dan realgar.

“Publik jadi bingung”, kata Beni. “Mula-mula mantan Menteri Nabiel Makarim mengatakan tidak ada pencemaran, kemudian atas desakan anggota tertentu: deputi menteri yang mengetuai Tim Teknis membuat berbagai pernyataan yang berbeda dengan mengatakan laporannya tidak lengkap dan kemudian mengeluarkan laporan yang sama sekali bertentangan dengan pernyataan semula. Dan semuanya ini berasal dari sumber data yang

sama yang dikumpulkan oleh para pejabat yang sama. Ada apa sebenarnya?“
Newmont Minahasa Raya telah memenuhi semua persyaratan hukum yang ditetapkan oleh para pejabat pemerintah dan selama bertahun-tahun telah melaporkan hasil pemantauan lingkungan kepada para instansi terkait termasuk kepada kementerian lingkungan. Karena tidak ada pelanggaran maka selama ini tidak pernah ada tuntutan hukum.

Akan sulit sekali bagi siapapun untuk bekerja dan mengembangkan investasi jika dari satu set data yang sama dapat dihasilkan dua kesimpulan yang berbeda dan sangat bertentangan serta pengertian pencemaran dapat berubah-ubah semaunya pejabat.

Laporan Tim Teknis kepada Komisi VII DPR pada Kamis yang lalu, juga tidak menggambarkan seluruh kebenaran yang terjadi di dalam tim dan tidak menggambarkan keberatan-keberatan anggota Tim Teknis dan Tim Pengarah lainnya atas interpretasi data ilmiah yang ada sekarang. Seperti diketahui ada pernyataan tertulis dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemda Sulawesi Utara dan Universitas Ratulangi yang mengajukan keberatan dan tidak sependapat dengan cara penanganan masalah ini oleh Tim Teknis tersebut. Mengapa hal ini tidak diangkat dalam rapat dengan Komisi VII?“

IMA menghimbau pemerintah untuk menyelidiki apakah Tim Teknis imparsial dan tidak memihak pada satu pihak tertentu atau, seperti yang digambarkan surat keberatan yang ada, Tim telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang mempunyai agenda anti pertambangan. Cara penanganan seperti ini akan menghambat iklim investasi. (Sc.IMA)

Sumber : Indonesian Mining Association, 26 November 2004