Indonesian Mining Association

  • Create an account
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Newmont Perlu Rasionalisasi Harga

E-mail Print PDF

Manajemen PT Newmont Nusa Tenggara diminta merasionalisasi tawaran divestasi 7% tahun ini yang diajukan kepada pemerintah pusat senilai US$ 426 juta atau sekitar Rp 3,87 triliun. Penawaran harga pelepasan saham perusahaan tambang emas dan tembaga asal Amerika Serikat itu terlalu tinggi karena hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Rasionalisasi itu amat penting karena berkaitan dengan itikad baik Newmont dalam memberdayakan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui upaya nasionalisasi saham usaha pertambangan," kata Kepala Bagian Humas Pemprov NTB Ibnu Salim di Mataram, Rabu (16/4).

Sebelumnya, Dirut PT Newmont Nusa Tenggara Patrick Hickey mengirimkan surat tertanggal 29 Maret 2008 mengenai penawaran divestasi saham 2008 sebanyak 7% dengan harga US$ 60,9 juta per 1% saham kepada Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Sesuai kontrak karya, pemerintah harus merespons penawaran saham tersebut paling lambat satu bulan.

Juru bicara PT Newmont Pacific Nusantara, induk perusahaan Newmont di Indonesia, Rubi W Purnomo mengatakan, penetapan harga US$ 426 juta menggunakan metode yang sama pada saat evaluasi saham-saham tahun sebelumnya, yaitu periode divestasi 2006 dan 2007, oleh institusi independen internasional dari Amerika Serikat untuk mencapai harga pasar pada saat ini. "Main factor kenaikan harga divestasi tahun ini karena kenaikan harga ko-moditas tambang di pasar," ujar Rubi kepada Investor Daily di Jakarta, kemarin.

Diajuga menegaskan harga final dicapai berdasarkan negosiasi antara Newmont dan pemerintah.

Sebelumnya, Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon Felix Sembiring menilai, harga saham yang ditawarkan Newmont pada periode divestasi 2008 terlalu tinggi. Pemerintah akan mengkaji berapa besaran ideal harga divestasi saham tersebut kendati saat ini Newmont ke arbitrase internasional.

Ibnu Salim mempertanyakan kenaikan harga saham Newmont yang hampir dua kali lipat tersebut apakah terkait kenaikan harga minyak dan komoditas di pasaran dunia, sehingga Newmont meningkatkan nilai saham. "Atau memang ada maksud lain," katanya.

Dia menjelaskan, peningkatan nilai saham yang ditawarkan PT Newmont Nusa Tenggara hanya dalam kurun waktu setahun itu pun terkesan bertolak belakang dengan upaya perusahaan tersebut ingin menerapkan pembangunan masyarakat (community development) untuk memberdayakan masyarakat.

Terkait masalah ini, Rubi mengatakan, manajemen Newmont berkomitmen pada kontrak karya yang diteken dengan pemerintah Indonesia pada 2 Desember 1986. "Pemegang saham asing NNT dan perusahaan tetap akan menjalankan program divestasi sesuai dengan kontrak karya secara transparan," jelas Rubi. (dr/ant)

Sumber : Investor Daily, 17 April 2008