Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Rio Tinto Interest Sales Win-Win Deal

Surel Cetak PDF

Viriya P. Singgih

THE JAKARTA POST/JAKARTA - Indonesias attempt to detour to Rio Tinto from the formers course to acquire gold and copper miner PT Freeport Indonesia (PTFI) may become a win-win deal for all parties involved, particularly for production split at the Grasberg mine.

The government has been negotiating with American mining giant Freeport-McMoRan (FCX) to increase the stake of Indonesian entities in PTFI to 51 percent from 9.36 percent.

State-owned mining holding firm PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) now leads a consortium of Indonesian investors that will take over PTFIs majority stake by April.

FCX now directly controls 81.28 percent of PTFI, while its other, local subsidiary, PT Indocopper Investama, holds the remaining 9.36 percent.

Under a joint venture deal between Rio Tinto, the worlds second-largest miner, and PTFI signed in 1995, the former will be entitled to 40 percent interest in the entire production of Gras-bergs Block A, where the latters proven and probable reserves as well as its whole mining operation are located.

The acquisition of FCXs 41.64 percent stake in PTFI will enable Indonesia to obtain merely 31 percent of the production, while FCX and Rio Tinto are set to get 29 percent and 40 percent, respectively and therefore, the country will still have no dominant control of the output in Grasberg, the worlds second-biggest copper mine.

RI to hold majority interest in PTFI by acquiring Rio Tintos share Move seen as amicable solution for all parties However, Indonesia will have a majority share of 51 percent of the production if it buys Rio Tintos 40 percent interest in Grasberg and convert it into PTFI shares with an equal percentage, and then acquire Indocopper, leaving the rest for FCX.

"The purchase of Rio Tintos participating interest is aimed at unifying the equity and economic interests [of PTFI and the Grasberg project, respectively,] to be 51 percent for Indonesia and 49 percent for FCX," Inalum head of corporate communication Rendi A. Witular said on Tuesday.

Energy and Mineral Resources Minister Ignasius Jonan said on Jan. 25 that Rio Tintos 40 percent interest would be converted into shares through a rights issue, resulting in the dilution of the stakes currently held by Inalum and Indocopper to around 5.5 percent each. Consequently, after the conversion of Rio Tintos interest into shares and the acquisition of Indocopper, Indonesia would control a 51 percent share in PTFI, Jonan said.

Earlier this month, PTFI executive vice president Tony Wenas acknowledged that Rio Tintos 40 percent interest could be converted into 40 percent shares in PTFI with the approval of its parent company, FCX. He also said there would be no problem in securing the deal in the near future even though Rio Tintos agreement with PTFI was supposed to become effective in 2022.

"Technically, we can arrange it so that we will be able to directly convert [Rio Tintos] interest into PTFIs shares," Tony said on March 7.

Inalum has hired Indonesias state-owned investment firm PT Danareksa and two American consultancy firms - Morgan Stanley and PricewaterhouseCoopers (PwC) - to calculate the value of Rio Tintos interest. The process has reportedly been complete, although the figure has not been publicly disclosed.

Germanys top lender, Deutsche Bank, said in a report published on Feb. 13 that an exit from Grasberg for above US$3.3 billion, with an implied discount rate of around 14 percent, would be a reasonable outcome for Rio Tinto.

The miner, which had operating assets totaling $1.14 billion for Grasberg as of last year, is projected to see its copper production more than double to 1.05 million tons per year in the 2023-2027 period from only 478,000 tons last year, according to thelender.

By the mid-2020s, as Gras-bergs underground mine ramps up, the huge mining site is expected to make up about 8 percent of Rio Tintos total earnings before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA), in accordance with its 40 percent interest in the project.

However, Deutsche Bank also said considering Indonesias current mining rules, which demand government control of all mining assets, the best-case scenario for Rio Tinto would be to see its ownership in Grasberg dwindle to 20 percent from 40 percent at present.

 Source : The Jakarta Post, March 21, 2018

 

Freeport-Amman Tetap Komitmen Bangun Smelter

Surel Cetak PDF

JAKARTA - PT Freeport Indonesia menjajaki kerjasama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terkait membangun smelter tembaga secara bersama. Proses penjajakan itu ditandai dengan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang diteken pada Agustus 2017 lalu. Amman sebelumnya bernama PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang lokasi tambangnya berada di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan MoU itu diteken untuk melakukan studi bersama ( join study) dengan Amman. Namun dia menegaskan Freeport tetap berkomitmen membangun smelter sendiri. "Yang pasti kita akan bangun smelter di Gresik," kata Riza di Jakarta, Selasa (20/3). Komitmen Freeport tersebut merupakan bagian dari empat poin negosiasi dengan pemerintah terkait penyusu-

nan detil lampiran izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Dalam negosiasi itu Freeport berkomitmen menyelesaikan pembangunan smelter di 2022. Negosiasi itu ditargetkan rampung akhir April nanti.

Perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu sebenarnya sudah mulai membangun smelter sejak 2014 silam. Smelter dengan kapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga itu dibangun di Gresik, Jawa Timur. Namun hingga kini progres pembangunan belum mencapai tahap konstruksi. Pasalnya Freeport menginginkan kepastian operasi pasca kontrak berakhir di 2021. Kelanjutan operasi itu saat ini menjadi bagian dari empat poin negosiasi.

Penjajakan kerjasama antara Freeport dan Amman itu terungkap dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan oleh Direktur PT Amman Mineral Industri

(AMIN) Lukman Mahfoedz ketika menyampaikan kemajuan pembangunan smelter. AMIN merupakan anak usaha AMNT. Dia mengungkapkan MoU diteken kedua belah pihak pada 31 Agustus tahun lalu. MoU itu tentang penjajakan kerjasama membangun smelter bersama. Pasca penandatanganan itu, Freeport dan Amman melakukan studi maupun kajian teknis. "Setelah ini selesai terpulang dari Freeport apakah meneruskan kerjasama ini," ujarnya.

Lukman menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan smelter meski Freeport urung bergabung. Dia menyebut kemajuan pembangunan smelter Amman telah mencapai 10,1%. Smelter yang berlokasi di Benete, Sumbawa itu berdiri diatas lahan seluar 100 hektar. "Kami akan terus jalan karena ini tanggung jawab membangun smelter yang diamanatkan selesai 2021," tegasnya.

 Sumber : Investor Daily, 21 Maret 2018

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 23 Maret 2018 09:43 )
 

Inalum Tawar Murah Saham Milik Rio Tinto

Surel Cetak PDF

Perjalanan Negosiasi Divestasi Freeport

Pratama Guitarra

JAKARTA - Rencana pemerintah membeli 40% hak partisipasi atau pa rt ic ipa ti ng interest Rio Tinto di tambang Grasberg PT Freeport Indonesia memasuki babak baru.

Memasang target selesai April 12018, induk BUMN tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) rupanya sudah mengajukan harga penawaran imtuk 40% porsi PI milik Rio Tinto. "Inalum menawar 40% seharga US$ 550 juta," ujar sumber KONTAN.

Dalam menghitung valuasi harga PI 40% milik Rio Tinto, Inalum menyewa Morgan Stanley, PricewaterhouseCoopers (PWC) dan Danareksa. Untuk membiayai akuisisi hak milik Rio Tinto, Inalum akan mendapat pinjaman dari bank Jepang, Amerika Serikat dan bank-bank nasional.

Tawaran harga itu terbilang murah, bahkan lebih rendah ketimbang Inalum membeli langsung saham Freeport

McMoran (FCX) di New York Stock Exchange. Per 20 Maret 2018, pukul 23.19 WIB, harga FCX bertengger di harga US$ 18,39 per saham.

Nali, dari risalah pembahasan divestasi saham Freeport Indonesia yang didapat KONTAN, ada alasan Inalum berani memasang tawaran rendah: Rio Tinto ingin hengkang dari Grasberg. Perusahaan itu ingin menjadi perusahaan tambang yang peduli terhadap lingkungan. Adapun, Freeport Indonesia dinilai banyak terbelit masalah lingkungan.

Jika ini benar, negosiasi divestasi saham Freeport Indonesia bakal kembali alot. Pasalnya, tahun 2015, FCX me-. nawarkan 10%saham Freeport Indonesia seharga US$ 1,9 miliar atau US$ 7,6 miliar untuk 40% saham Freeport Indonesia Adapun hitungan harga "pemerintah Indonesia yakni hanya US$ 3,2 miliar.

Head of Corporate Comu-nication Inalum, Rendi A Witular enggan berkomentar terkait tawaran harga PI tersebut. Dia hanya menyatakan, "Pembelian PI Rio Tinto untuk menyatukan equity interest dan economic interest menjadi 51% bagi Indonesia, sementara 49% untuk Freeport McMoran," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (20/3).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyo-no menegaskan, jika valuasi harga selesai, Inalum segera bernegosiasi dengan Rio Tinto. "Jika semua sepakat, baru lapor ke Menteri ESDM untuk dikeluarkan RJPK," ujarnya

Direktur Centre for Indonesian Resources Stmtegic Studies (Cirrus) Budi Santoso menilai, negosiasi itu dikebut demi mencapai target penyelesaian kesepakatan di April nanti. Yang penting, tetap cermat dan hati-hati meski harus ngebut mengejar target.

Risalah Pembahasan Divestasi Freeport Indonesia

  1. 1.Freeport mempunyai interpretasi KK yang berbeda dengan pemerintah. Interpretasi ini membuka peluang arbitrase dengan peluang menang pihak Indonesia dan Freepo rt 50 50
  1. 2.Transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah investasinya USS 5 miliar. Investasi ini berpotensi terhambat 5-10 tahun jika ada arbitrase tanpa ada kejelasan perpanjangan izin operasi.
  1. 3.Indonesia masih membutuhkan keahlian Freeport Indonesia untuk mengembangkan Grasberg. _________
  1. 4.Jika Indonesia tidak memperpanjang operasi Freeport maka mereka akan berhenti melakukan penambangan block caving yang mengakibatkan longsor
  1. 5.Harga yang ditawarkan oleh Rio Tinto lebih murah ketimbang membeli saham milik Freeport McMoRan.inc secara langsung. Tahun 2015, FCX menawarkan 10% saham mereka di Freeport Indonesia ke Indonesia senilai USS 1,9 miliar atau USS 7,6 miliar untuk 40%. ______________________
  1. 6.Rio Tinto ingin hengkang dari tambang Grasberg karena keinginannya untuk menjadi environmentally friendly miner. Rio Tinto beranggapan bahwa tailing Freeport Indonesia telah merusak lingkungan dan memicu kekhawatiran investor internasional. Tahun 2008, Norwegia melarang Dana Pensiun negara untuk menginvestasikan dana di Rio Tinto karena masalah lingkungan terkait operas" di Grasberg.

Sumber Risalah proses divestasi Freeport

Perjalanan Negosiasi Divestasi Freeport

12 Jan 2018

Pemerintah mengalokasikan 10% saham divestasi untuk Pemda Papua

28-29 Jan 2018

Perundingan Pemerintah, Inalum, Rio Tinto, Freeport Mc Moran, terkait seluruh aspek seluruh operasional Freeport Indonesia

18 Feb 2018

Rapat Inalum dengan Tim Penasehat Keuangan untuk membahas hasil due diligence dan Valuasi PT Freeport Indonesia

28 Feb 2018

Penawaran Non-Binding Offer Inalum kepada no Tinto Plc terkait rencana akuisisi saham/participat-ing interest Rio Tinto di Fl

5 Maret 2018

Rapat terbatas kabinet terkait divestasi Freeport

Pratama Guitarra

 Sumber : Kontan, 21 Maret 2018

 

Inalum Tawar Murah Saham Milik Rio Tinto

Surel Cetak PDF

Perjalanan Negosiasi Divestasi Freeport

Pratama Guitarra

JAKARTA - Rencana pemerintah membeli 40% hak partisipasi atau pa rt ic ipa ti ng interest Rio Tinto di tambang Grasberg PT Freeport Indonesia memasuki babak baru.

Memasang target selesai April 12018, induk BUMN tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) rupanya sudah mengajukan harga penawaran imtuk 40% porsi PI milik Rio Tinto. "Inalum menawar 40% seharga US$ 550 juta," ujar sumber KONTAN.

Dalam menghitung valuasi harga PI 40% milik Rio Tinto, Inalum menyewa Morgan Stanley, PricewaterhouseCoopers (PWC) dan Danareksa. Untuk membiayai akuisisi hak milik Rio Tinto, Inalum akan mendapat pinjaman dari bank Jepang, Amerika Serikat dan bank-bank nasional.

Tawaran harga itu terbilang murah, bahkan lebih rendah ketimbang Inalum membeli langsung saham Freeport

McMoran (FCX) di New York Stock Exchange. Per 20 Maret 2018, pukul 23.19 WIB, harga FCX bertengger di harga US$ 18,39 per saham.

Nali, dari risalah pembahasan divestasi saham Freeport Indonesia yang didapat KONTAN, ada alasan Inalum berani memasang tawaran rendah: Rio Tinto ingin hengkang dari Grasberg. Perusahaan itu ingin menjadi perusahaan tambang yang peduli terhadap lingkungan. Adapun, Freeport Indonesia dinilai banyak terbelit masalah lingkungan.

Jika ini benar, negosiasi divestasi saham Freeport Indonesia bakal kembali alot. Pasalnya, tahun 2015, FCX me-. nawarkan 10%saham Freeport Indonesia seharga US$ 1,9 miliar atau US$ 7,6 miliar untuk 40% saham Freeport Indonesia Adapun hitungan harga "pemerintah Indonesia yakni hanya US$ 3,2 miliar.

Head of Corporate Comu-nication Inalum, Rendi A Witular enggan berkomentar terkait tawaran harga PI tersebut. Dia hanya menyatakan, "Pembelian PI Rio Tinto untuk menyatukan equity interest dan economic interest menjadi 51% bagi Indonesia, sementara 49% untuk Freeport McMoran," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (20/3).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyo-no menegaskan, jika valuasi harga selesai, Inalum segera bernegosiasi dengan Rio Tinto. "Jika semua sepakat, baru lapor ke Menteri ESDM untuk dikeluarkan RJPK," ujarnya

Direktur Centre for Indonesian Resources Stmtegic Studies (Cirrus) Budi Santoso menilai, negosiasi itu dikebut demi mencapai target penyelesaian kesepakatan di April nanti. Yang penting, tetap cermat dan hati-hati meski harus ngebut mengejar target.

Risalah Pembahasan Divestasi Freeport Indonesia

  1. 1.Freeport mempunyai interpretasi KK yang berbeda dengan pemerintah. Interpretasi ini membuka peluang arbitrase dengan peluang menang pihak Indonesia dan Freepo rt 50 50
  1. 2.Transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah investasinya USS 5 miliar. Investasi ini berpotensi terhambat 5-10 tahun jika ada arbitrase tanpa ada kejelasan perpanjangan izin operasi.
  1. 3.Indonesia masih membutuhkan keahlian Freeport Indonesia untuk mengembangkan Grasberg. _________
  1. 4.Jika Indonesia tidak memperpanjang operasi Freeport maka mereka akan berhenti melakukan penambangan block caving yang mengakibatkan longsor
  1. 5.Harga yang ditawarkan oleh Rio Tinto lebih murah ketimbang membeli saham milik Freeport McMoRan.inc secara langsung. Tahun 2015, FCX menawarkan 10% saham mereka di Freeport Indonesia ke Indonesia senilai USS 1,9 miliar atau USS 7,6 miliar untuk 40%. ______________________
  1. 6.Rio Tinto ingin hengkang dari tambang Grasberg karena keinginannya untuk menjadi environmentally friendly miner. Rio Tinto beranggapan bahwa tailing Freeport Indonesia telah merusak lingkungan dan memicu kekhawatiran investor internasional. Tahun 2008, Norwegia melarang Dana Pensiun negara untuk menginvestasikan dana di Rio Tinto karena masalah lingkungan terkait operas" di Grasberg.

Sumber Risalah proses divestasi Freeport

Perjalanan Negosiasi Divestasi Freeport

12 Jan 2018

Pemerintah mengalokasikan 10% saham divestasi untuk Pemda Papua

28-29 Jan 2018

Perundingan Pemerintah, Inalum, Rio Tinto, Freeport Mc Moran, terkait seluruh aspek seluruh operasional Freeport Indonesia

18 Feb 2018

Rapat Inalum dengan Tim Penasehat Keuangan untuk membahas hasil due diligence dan Valuasi PT Freeport Indonesia

28 Feb 2018

Penawaran Non-Binding Offer Inalum kepada no Tinto Plc terkait rencana akuisisi saham/participat-ing interest Rio Tinto di Fl

5 Maret 2018

Rapat terbatas kabinet terkait divestasi Freeport

Pratama Guitarra

 Sumber : Kontan, 21 Maret 2018

 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL