Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Freeport Belum Respons Permintaan Pemerintah

Surel Cetak PDF

JAKARTA - PT Freeport Indonesia belum merespons permintaan pemerintah terkait perhitungan ulang nilai divestasi saham.

Sebelumnya, sikap pemerintah dinyatakan dalam surat resmi kepada Freeport pada 11 April. Isinya, pemerintah meminta Freeport menghitung nilai saham mengacu pada replacement cost atau biaya penggantian atas kumulatif investasi yang dikeluarkan sejak tahap eksplorasi sampai dengan tahun kewajiban divestasi.

"Sampai sekarang belum ada respons dari Freeport," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot di Jakarta, akhir pekan lalu.

Bambang menyebut peru-sahan tambang asal Amerika Serikat itu harus mengajukan penawaran lagi terkait divestasi. Namun dia menuturkan tak ada batas waktu bagi Freeport untuk melakukan hal tersebut. Dia hanya menekankan penawaran harga divestasi harus mengacu pada replacement cost "Metode (perhitungan) nya harus sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujarnya.

Tata cara perhitungan saham divestasi tambang modal asing tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM No. 27 Tahun 2013. Dalam pasal 13 dinyatakan harga divestasi yang ditawarkan berdasarkan biaya penggantian atas investasi atau yang disebut replacement cost. Biaya penggantian itu atas kumulatif investasi yang dikeluarkan sejak tahap eksplorasi sampai dengan tahun kewajiban divestasi.

Freeport wajib melepaskan 30 persen sahamnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Kewajiban itu dilaksanakan secara bertahap yang pada tahun ini melepaskanlO,64 persen saham terlebih dahulu.

Apabila mengacu pada replacement cost maka nilai saham 10,64 persen sebesar USS 630 juta. Nilai tersebut berbeda dengan penawaran yang telah diajukan Freeport sebesar USS 1,7 miliar.

Juru bicara Freeport Indonesia sebelumnya mengungkapkan nilai saham divestasi 10,64 persen sebesar USS 1,7 miliar berdasarkan analisa pasar yang wajar dari operasi tambang Grasberg. Nilai itu mengacu pada hak jangka panjang operasi yang diberikan dalam kontrak karya.

Berdasarkan Kontrak Karya, Freeport diberi hak perpanjangan hingga 2041. Dia mengatakan, 2041 menjadi acuan merujuk pada diskusi dan negosia-siai dengan pemerintah terkait amendemen serta perpanjangan Kontrak Karya. Divestasi termasuk didalam diskusi dan negoisasi tersebut

"Sebagaimana permintaan pemerintah, Freeport McMoRan dan Freeport Indonesia telah menyampaikan laporan valuasi saham," ujarnya

Riza menerangkan pihaknya sudah menerima surat berisi sikap pemerintah yang keberatan dengan nilai USS 1,7 miliar. Freeport segera merespon sikap pemerintah tersebut. "Kami akan meninjau dan merespon setiap tanggapan dari pemerintah," ujarnya.

 Sumber : Investor Daily, 16 Mei 2016

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 17 May 2016 10:04 )
 

Izin Ekspor Newmont Segera Berakhir

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Izin ekspor konsentrat tembaga PT Newmont Nusa Tenggara akan berakhir pada 20 Mei mendatang. Namun jelang sepekan habis masa berlakunya, perpanjangan izin ekspor belum diajukan.

Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menerima permohonan perpanjangan ekspor dari Newmont "Izin ekspornya berlaku hingga 20 Mei," kata Didi di Jakarta, Kamis (12/5).

Didi menuturkan perpanjangan izin ekspor bisa diterbitkan apabila ada rekomendasi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun dia mengaku tidak mengetahui apakah Kementerian ESDM sudah menerbitkan rekomendasi tersebut "Untuk rekomendasi SPE baru belum ada pengajuan (dari Newmont)," jelasnya.

Pemerintah memang memberikan izin ekspor selama 6 bulan dan diperpanjang untuk 6 bulan berikutnya. Permohonan perpanjangan izin paling cepat diajukan 45 hari dan paling lambat 30 hari sebelum masa berlaku ekspor berakhir.

Newmont sudah mengajukan permohonan perpanjangan rekomendasi SPE ke Kementerian ESDM sejak pertengahan April kemarin. Perpanjangan rekomendasi itu diberikan berdasarkan kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral Ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian.

Newmont bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia yang membangun smelter di Gresik, Jawa Timur. Smelter dengan investasi USS 2,1 miliar itu memiliki kapasitas bahan baku mencapai 2 juta ton konsentrat Dalam kerjasama itu Newmont berkomitmen menggelontorkan dana hingga US$ 3 juta.

Berdasarkan catatan Investor Daily, ESDM menerbitkan rekomendasi SPE pada 18 November 2015 silam lantaran komitmen US$ 3 juta itu sudah dimateraikan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Freeport Dalam MoU itu disebutkan definitif agreement akan dibahas lebih lanjut.

Secara terpisah. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmike menerangkan permohonan perpanjangan izin ekspor Newmont masih dievaluasi kelengkapan persyaratannya. "Masih dievaluasi persyaratannya," ujarnya.

Sebenarnya evaluasi kelengkapan persyaratan itu ada batas waktunya yakni selama 20 hari sejak diajukan. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri ESDM 5/2016. Sujatmiko menerangkan evaluasi secepatnya disampaikan. Namun dia pun belum bisa memastikan waktunya. "Segera kami sampaikan," ujarnya.

 Sumber : Investor Daily, 13 Mei 2016

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 17 May 2016 10:02 )
 

Thailand to Shut Largest Gold Mine on Environment Concerns

Surel Cetak PDF

Thailand will shutter its largest gold mine by the end of the year after the government said concern the project was damaging the environment and sickening workers outweighed its economic benefit.

Kingsgate Consolidated Ltd., the Australian producer which operates the Chatree mine through its Akara Resources pel unit, halted its shares Wednesday in Sydney and said it’s seeking clarification of the situation. Kingsgate got 62 percent of full-year revenue from the operation in fiscal 2015, according to data compiled by Bloomberg.

Akara must close and rehabilitate the Chatree mine, about 280 kilometers north of Bangkok, once its metallurgical plant ceases operations by the end of this year, Industry Minister Atchaka Sribunruang said Tuesday.

The company had been seeking a five-year renewal of Chatrees metallurgical license, which was scheduled to expire Friday. The government will allow the company to run the plant to the year-end, it said.

A decision to shutter the facility comes after Thailand’s government ordered a review of Chatree last year following complaints from local residents. The announcement came "as a complete surprise" to Akara, which said it has "proven conclusively that we cause no harm to the health of our community or to its environment".

Kingsgate was ordered last year to temporarily suspend output and conduct inquiries into concerns about potential arsenic and manganese contamination in nearby villages. The producer does not use either arsenic or manganese at the site, though it does use cyanide, it said at the time.

A government-commissioned report presented to Thai ministers last month offered a "scientific rebuttal of unsubstantiated and vexatious allegations of contamination", the producer said in the April filing.

"Even though there is no clear conclusion whether the environmental and health impact and problems of local residents comes from Akaras gold mining, we need to make the decision for the publics benefit and to solve the conflicts," Atchaka told reporters in Bangkok.

The Chatree mine produces about 130,000 ounces of gold annually and has operated for 15 years, according to a Kingsgate filing last month. The project generated 52 billion baht (US$1.5 billion) in revenue in that time, and provided the government with about 7 billion baht in royalties, Atchaka said. Chatree is capable of at least 7 more years of production, according to Kingsgate.

"From the end of December, there will be no gold mine until the issues are clear," Thailands Prime Minister Prayuth Chan-Ocha said in response to questions over the move. The government will need to assist more than 1,000 workers who will be affected by the decision, he said.

Chatree is Kingsgates only producing asset after it completed the sale of its Challenger gold mine in Australia in March.

 Source : The Jakarta Post, May 12, 2016

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 17 May 2016 10:00 )
 

Harga Tembaga Rawan Koreksi

Surel Cetak PDF

Namira Daufina Nainggolan

JAKARTA - Setelah terpuruk sepekan kemarin, harga tembaga berhasil rebound. Sayang, penguatan harga diprediksi tak bertahan lama karena sejumlah persoalan stok yang melimpah.

Mengutip Bloomberg pada Selasa (10/5), harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange terangkat 0,34% menjadi US$ 4.702 per metrik ton dibandingkan hari sebelumnya Namun sepekan terakhir, harga sudah tergerus 4,43%.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan, kenaikan harga terjadi karena sajian data inflasi China April 2016 sesuai dengan prediksi pasar, yakni stagnan di level 2,3%. Momentum tersebut cukup untuk menaikkan harga tembaga

"Ada dukungan dari aksi bargain hunting juga setelah harga merosot tajam dan terlampau rendah," jelas Ibrahim. Maklum, secara fundamental tidak ada pendukung yang kuat bagi kenaikan harga tembaga saat ini.

Kenaikan harga tembaga juga terbantu oleh pergerakan indeks USD yang konsolidasi. Ini menyusul pernyataan Charles Evans, Presiden The Fed Chicago yang bernada dovish di hari sebelumnya. Evans setuju dengan langkah The Fed mempertahankan suku bunga seperti saat ini.

"Keadaan melemahnya USD ini dimanfaatkan komoditas untuk rebound ujar Ibrahim. Namun pada Rabu (11/5), harga tembaga berpeluang terkoreksi.

Alasannya, permintaan China turun. Sedangkan pasokan di London Metal Exchange membengkak. Laporan General Administrations of Custom, impor tembaga Tiongkok di bulan April 2016 menurun dari semula 570.000 ton menjadi 450.000 ton. Sementara stok London Metal Exchange (LME) sebenarnya menyusut 15% di bulan April 2016, tapi tak banyak berpengaruh. Maklum, stok tembaga di LME pada bulan Maret 2016 kemarin sudah menyentuh level tertinggi.

Pengembangan tambang baru di Australia pada tahun 2019 mendatang diprediksi menghasilkan tembaga sebanyak 67.000 ton. Ini akan menyeret harga tembaga akibat kelebihan stok. Lalu, jika nanti data ekonomi AS seperti JOLTS job openings dan stok wholesale meningkat seperti dugaan, USD menguat dan harga komoditas tergerus.

Arah penurunan harga pada Rabu (11/4) juga terlihat dari sisi teknikal. Indikator moving average (MA) dan bollinger band bergerak 20% di atas bollinger bawah mengindikasikan penurunan lanjutan. Garis MACD sedang wait and see. Sementara stochastic level 60% negatif sejalan dan relative strength index (RSI) level 70% negatif. Keduanya masih akan turun.

Untuk itu, pada perdagangan Rabu (11/4) Ibrahim menebak, pergerakan harga tembaga akan berada di rentang US$ 4.590 sampai US$ 4.790 per metrik ton dan sepekan antara US$ 4.420 sampai US$ 4.725 per metrik ton.


Sumber : Kontan, 11 Mei 2016

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 17 May 2016 09:57 )
 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL