Indonesian Mining Association

  • Create an account
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Copper Climbs from Lowest Level in 6 Years

E-mail Print PDF

Bloomberg

HONG KONG. Copper rallied from its lowest level since 2009 and industrial metals advanced as Chinas government said it would continue to stabilize the stock market after shares slumped the most since 2007.

The metal used in pipes and wires increased as much as 1 percent after almost sinking into a bear market amid the equity rout on Monday. The plunge in stocks raised concerns about the impact on the Economy and whether it may hurt demand in the world’s biggest metals consumer.

The 8.5 percent drop in the benchmark index prompted the securities regulator to say it will continue to stabilize the market and prevent systemic risk. The gauge fell a further 1.7 percent on Tuesday.

"One of the negatives for the market has been the concerns about the potential influence of this stock market volatility," said Rie Spooner, chief market strategist at CMC Markets in Sydney. "I suspect that the potential for it to cause downside for other markets is somewhat limited."

Copper pared gains to 0.5 percent, trading at US$5,215 a metric ton by 314 p.m. in Hong Kong. The metal lost 19.9 percent from the high on May 5 through to the close on Monday, just short of the 20 percent selloff normally considered to be the definition of a bear market. Nickel climbed 1.1 percent as industrial metals strengthened across the board.

 Source : The Jakarta Post, July 29, 2015

Last Updated ( Friday, 31 July 2015 04:49 )
 

Kuota Ekspor Konsentrat Freeport Ditetapkan 775 Ribu MT

E-mail Print PDF

Hingga semester 1-2015, Freeport Indonesia memberi kontribusi sekitar US$ 1,4 miliar kepada induk usaha, yaitu Freeport-McMoRan Copper Gold Inc.

Yurika Indah Prasetianti

JAKARTA. PT Freeport Indonesia (PTFI), produsen emas dan Tembaga terbesar nasional anak usaha Freeport-McMoran Copper Gold Inc, dapat melanjutkan ekspor konsentrat Tembaga hingga enam bulan ke depan dengan kuota sebesar 775 ribu metrik ton (MT). Bambang Gatot Ariyono, Direktur Jendral mineral dan batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM), mengatakan pemerintah sudah memberikan rekomendasi perpanjangan izin ekspor perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini.

"Freeport sudah memenuhi persyaratan karena itu kami terbitkan izin ekspor untuk enam bulan ke depan kepada mereka," ujar Bambang di Jakarta, Selasa.

Clementio Lamury, Executive VP Public Affair PTFI, mengatakan pekan ini akan dilakukan kembali kegiatan ekspor konsentrat. Pada akhir pekan lalu kegiatan ekspor konsentrat dilakukan dengan menggunakan izin untuk periode enam bulan sebelumnya. "Akhir pekan ini jadwalnya (kegiatan ekspor)," katanya.

Izin ekspor konsentrat PTFI periode enam bulan sebelumnya berakhir pada 25 Juli 2015. Pemerintah memberi izin ekspor konsentrat selama enam bulan dan bisa diperpanjang selama enam bulan berikutnya. Pemberian izin per enam bulan itu bertujuan agar pembangunan smelter dapat berjalan tepat waktu.

Izin ekspor konsentrat dibatasi hingga 2017, setelah itu pemerintah hanya mengizinkan ekspor untuk mineral hasil pemurnian. Bambang juga mengatakan pemerintah akan menyusun langkah berikutnya terkait nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang telah disepakati dengan PTFI. "Tidak ada perpanjangan MoU, dan bukan berakhir. Tapi kami akan susun yang baru. Kami kaji langkah apa selanjutnya. Bisa saja ada kesepakatan baru," ujarnya.

Dia menjelaskan, pemerintah akan menurunkan tarif bea keluar (BK) untuk ekspor konsentrat PTFI. Hal ini, menurut dia, terkait kemajuan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang diklaim sudah 15%. "BK kalau (smelter) sudah lebih dari 7,5%, kan jadi 5%. Kemajuan 15 sekian persen. Mencakup untuk basic engineering, sewa lahan," ujarnya.

Bambang mengatakan, sesuai surat yang dilayangkan Menteri ESDM, pemberlakuan perubahan pola hubungan kerja dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) akan dilakukan sesuai Undang - Undang (UU). Kesediaan PTFI menjadi IUPK terkait kepastian kelangsungan operasi pasca kontrak berakhir pada 2021.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan mineral dan Batubara, bahwa perpanjangan KK dapat dilakukan dua tahun sebelum masa kontraknya selesai. "Surat Pak Menteri kepada PTFI soal perpanjangan sudah dikirimkan.

Pada prinsipnya, kami menghargai PP 77, dan pemerintah juga membutuhkan investasi serta menjaga investasi. Tapi, kan kita ada PP 77 itu, kan harus diikuti," ujar Bambang.

Budi Santoso, Direktur Central for Indonesian Resources Strategic-Studies (CIRUSS), mengatakan pemerintah harus konsisten terjia-dap kebijakannya dan jangan sampai ada persepsi seolah-olah pemerintah bisa didikte hanya karena investor besar. Memperpanjang izin Freeport dengan waktu yang pendek ada kesan pemerintah bermain-main dengan kebijakannya dan atau malah seperti menutupi sesuatu.

"Pendirian smelter itu bukan hal yang rumit dan seolah-olah pemerintah dan Freport tidak mampu membuat kepastian kemajuannya berdasarkan waktu. Ini yang saya sebut pemerintah malah disandera oleh Freeport yang mengulur-ulur waktu untuk perpanjangan, pemerintah seharusnya tahu terhadap sesuatu yang secara teknis bisa dicapai atau tidak," ujarnya.

Pemerintah menurut Budi seharusnya tinggal ultimatum, tidak membangun smelter adalah sebagai precedent of event Freeport tidak memenuhi permintaan pemerintah dan menjadi salah satu alasan tidak diperpanjang izin usaha Pertambangannya. Di luar itu, pemerintah bisa saja memberi kelonggaran ekspor sampai kontrak karyanya habis sebagai itikad baiknya.

"Satu hal yang penting diperhatikan adalah jangan sampai perpanjangan izin usaha pertambangan Freeport dijadikan syarat untuk Freeport memenuhi permintaan pemerintah terutama dikaitkan dengan divestasi, penciutan, peningkatan kandungan lokal dan smelter," katanya.

Hingga semester I 2015, PTFI memberi kontribusi sekitar US$ 1,4 miliar kepada induk usaha, yaitu Freeport-McMoRan Copper Gold Inc. Tahun lalu perseroan menyumbang pendapatan US$ 3,07 miliar atau 14,32% dari total pendapatan Freeport McMoRan yang mencapai US$ 21,44 miliar.

Larangan ekspor hasil tambang PTFI oleh Kementerian ESDM telah menurunkan harga saham Freeport-McMoran. Pada perdagangan Senin (27/7), harga sama Freeport-McMoRan ditutup VS$ 12,29 per saham.

Selain larangan ekspor, tekanan kian berat lantaran di saat yang sama harga emas dunia turun ke level US$ 1.086 per ounce, terendah dalam lima tahun terakhir. Berbagai sentimen ngeatif itu menyebabkan saham Freeport-McMoRan melemah ke posisi-terendah sejak 2 Maret 2009 di level US$ 12,49 per saham.

Total pendapatan Tembaga PTFI pada periode Januari-Juni 2015 mencapai 359 juta pound, naik dibandingkan periode sama tahun lalu 262 juta pound. Sedangkan penjualan tercatat 351 juta pound dibandingkan periode sama tahun lalu 226 juta pound. Rata-rata harga jual Tembaga perseroan turun dari US$ 3,15 per pound pada Januari-Juni 2014 menjadi US$ 2,66 per pound.

Sementara itu, produksi emas perseroan tercatat 615 ribu ounce, naik dibandingkan periode sama tahun lalu 35 ribu ounce dengan penjualan tercatat 606 ribu ounce dibandingkan periode sama tahun lalu 297 ribu ounce. Namun, harga jual emas perseroan turun dari US$ 1.299 per ounce menjadi US$ 1,183 per ounce.

 Sumber : Indonesia Finance Today, 29 Juli 2015

Last Updated ( Friday, 31 July 2015 04:47 )
 

Freeport Baru Bisa Revisi Kontrak di Tahun 2019

E-mail Print PDF

Mengacu UU Minerba, ESDM pastikan PT Freeport Indonesia masih berstatus kontrak karya

Pratama Guitarra

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) tidak akan memberikan izin perpanjangan masa kontrak bagi PT Freeport Indonesia dalam waktu dekat. Paling cepat, perusahaan itu baru bisa mengajukan permohonan perubahan skema kerja dari kontrak karya (KK) menjadi izin usaha Pertambangan (lUPK) pada tahun 2019.

Kementerian ESDM mengaku sudah menyampaikan keputusan itu dalam bentuk surat. "Surat sudah meluncur ke Freeport, meskipun secara jelas kita membutuhkan investasi Freeport tapi secara hukum perpanjangan kontrak belum bisa," tandas Direktur Jenderal mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, Selasa (28/7).

Keputusan Kementerian ESDM itu mengacu pada Undang-Undang (UU) 4/2009 tentang mineral dan Batubara (UU Minerba). Beleid itu menyebutkan bahwa perpanjangan KK baru bisa dilakukan dalam dua tahun sebelum masa kontrak berakhir.

Dengan masa berlaku KK Freeport Indonesia akan habis di tahun 2021, perusahaan yang menginduk pada Freeport McMoran Inc di Amerika Serikat tersebut, baru bisa mengajukan perpanjangan kontrak kerja di tahun 2019 mendatang.

Peraturan turunan berupa Peraturan Pemerintah 77/2014 tentang Perubahan Ketiga Atas PP No 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan mineral dan Batubara, juga menegaskan hal serupa. "Kami mengacu pada PP 77 itu, itu juga harus diikuti," kata Bambang.

Asal tahu saja, status IUPK memungkinkan perusahaan tambang seperti Freeport Indonesia memperpanjang kegiatan eksplorasi selama 20 tahun. Jadi kalau masa kontrak perusahaan itu habis di 2021, status IUPK akan membikin mereka bisa memperpanjang kontrak hingga 2041. Masa kontrak yang lebih panjang itu menjadi jaminan kepastian investasi, yang mereka gelontoran di Indonesia.

Sementara bagi pemerintah, status IUPK menjadikan pemerintah lebih mudah mencabut izin Freeport Indonesia jika sewaktu-waktu perusahaan itu melanggar aturan.

Ini tidak bisa dilakukan pemerintah jika Freeport Indonesia menyandang status KK. Pasalnya status KK menjadikan kedudukan pemerintah dan Freeport setara.

Bikin aturan anyar

Pro dan kontra eksplorasi Freeport di tanah air memang masih terus bergulir. Namun pemerintah mengaku tidak memiliki keinginan untuk menghentikan operasi Pertambangan Freeport di Indonesia. Pasalnya, "Indonesia butuh investasi," terang Menteri ESDM Sudirman Said.

Karenanya, pemerintah mengkaji pembuatan beleid baru guna mengakomodasi percepatan perpanjangan kontrak Freeport. "Opsinya membuka perubahan percepatan kontrak karya," kata Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama berharap pemerintah akan memperpanjang kontrak hingga 2041. "Ini terkait investasi tambang bawah tanah US$ 4 miliar yang telah ditanamkan serta rencana investasi lanjutan US$ 15 miliar dan investasi ekspansi smelter US$ 2,3 miliar," katanya kepada KONTAN, Selasa (28/7).

 Sumber : Kontan, 29 Juli 2015

Last Updated ( Friday, 31 July 2015 04:45 )
 

Freeport Worst Metal Stock As Rout Blunts RI Boon

E-mail Print PDF

Danielle Bochove

BLOOMBERG/TORONTO. Freeport-McMoRan Inc. plunged for a fourth day. posting the biggest sell-off among major metal producers, as slumping commodity prices offset hopes that it may secure an agreement to extend a contract at its biggest mine.

Shares in the largest publicly traded Copper miner closed down 7.5 percent at US$11.37 in New York on volume of 64.6 million shares, more than four times the three-month average, while bond yields soared.

Freeport has lost about 25 percent since failing to offer investors a plan to withstand plunging prices when reporting quarterly results last week. That was the steepest drop among members of the BI Global Base Metals Competitive Peers Index.

Copper slid to the lowest level in six years as the biggest sell-off in Chinese equities since 2007 added to concern that the Economy will worsen.

A seventh straight day of Copper declines offset news Monday that Freeport’s six-month export contract with Indonesia is close to renewal, which fueled speculation more significant talks over the company’s long-term work status there could also be progressing well.

"Six months of export rights aren’t going to be enough, in and of itself, to move that stock," Daniel Rohr, an analyst with Morningstar Inc., said by telephone from Chicago.

"But to the extent it signals a willingness on the part of Jakarta to work pro-actively with Freeport in getting the longer term uncertainties squared away, then it’s certainly positive."

The Indonesian government said Monday that it would recommend Freeport be issued a six-month permit for 775,000 tons of Copper concentrate exports.

The previous six-month agreement was for 580,000 tons and was set to expire on July 25.

Chief Executive Officer Richard Adkerson told investors July 23 that "all options are on the table" in light of slumping commodity prices, without providing specific plans.

He spoke after the company reported a second-quarter net loss of $1.85 billion, compared with income of $482 million a year ago.

Freeport’s bonds due 2024 fell for a seventh day, pushing up yields to 7.7 percent from 6 percent on July 17.

The company’s bonds are now trading in line with junk bonds with a single-B rating, at least four levels lower than the company’s current investment-grade rating, according to Bank of America Merrill Lynch data.

 Source : The Jakarta Post, July 29, 2015

Last Updated ( Friday, 31 July 2015 04:42 )
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 666