Investasi Jasa Tambang Bisa Anjlok hingga 20%
Thursday, 20 June 2013 07:55
David Dwiarto
Rendahnya harga tambang dan mineral mempengaruhi investasi usaha jasa tambang
Muhammad Yazid, Diemas Kresna Duta
JAKARTA. Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) memproyeksikan investasi jasa pertambangan pada tahun ini akun menurun hingga 20% dibandingkan dengan realisasi investasi di tahun lalu. Penyebabnya, harga mineral maupun batubara hingga pertengahan (alum ini masih melemah. Situasi itu memicu perusahaan pertambangan mengurangi produksinya.
Tjahyono Imawan, Ketua llmum Aspindo, mengatakan, pada tahun lalu jumlah investasi jasa pertambangan mencapai sekitar Rp 12 triliun. Sekitar 90% dari nilai tersebut berasal dari sektor pertambangan batubara. "Rendahnya harga komoditas tambang, baik mineral maupun batubara, saya kira, juga berpengaruh terhadap penurunan investasi di tahun ini hingga 20%," kata dia kepada KONTAN, seusai mengikuti Musyawarah Nasional ke-III Aspindo, Senin (17/6).
Prediksi itu berarti Aspindo memproyeksikan investasi jasa pertambangan sepanjang tahun ini senilai Rp 9,8 triliun.
Adapun yang termasuk investasi sektor jasa pertambangan, seperti pengadaan alat berat, mesin pengolahan pertambangan, dan pengadaan peralatan ketenagalistrikan.
Menurut Tjahyono, sejatinya usaha jasa pertambangan memegang peranan penting dalam pengembangan industri ini. Ia memisalkan, di sektor batubara, penyedia jasa pertambangan terlibat langsung dalam kegiatan survei dan pemetaan lokasi lambang, kegiatan feasibility study (FS), kegiatan eksploitasi berupa penambangan, hingga pengangkutan.
Jika perusahaan batubara mengurangi produksi lantaran permintaan di pasar internasional sedang tidak bergairah, sektor jasa akan langsung terkena imbasnya. "Di sektor batubara, kami mengerjakan hampir semua kegiatan. Mungkin yang tidak dilakukan kita itu kegiatan pengolahan dan pengeringan serta penjualannya," kata dia
Seperti diketahui, harga batubara di pasar internasional hingga sekarang belum beranjak naik. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),harga batubara acuan (HBA) per Juni 2012 senilai US$84,87 per ton, atau turun tipis dari harga di bulan sebelumnya, yaitu U$ 85,33 per ton.
Selain batubara, Tjahyono menambahkan, harga komoditas mineral seperti nikel, mangan, dan bijih besi juga masih belum stabil. Berdasarkan aturan Kementerian Perdagangan, harga patokan ekspor (HPE) mangan per Juni ini mencapai US$ 145 per ton-US$ 203,4 per ton, atau turun dibandingkan dengan HPE di awal tahun, yaitu US$ 183,7 per ton-US$ 267,6 per ton.
Dia mengatakan, rendahnya harga mineral tersebut tentunya akan berdampak ke perusahaan pertambangan yang menjaga pasokan produksinya. "Mineral juga menurun karena pelemahan harga, maupun karena pembatasan ekspor mineral yang diterapkan pemerintah melalui HPE," kata Tjahyono.
DEWA tambah mesin
Sekadar informasi, sekarang ini terdapat sekitar 938 perusahaan jasa usaha pei tambangan di Tanah Air. Dari jumlah tersebut. 131 perusahaan yang sudah bergabung di Aspindo, seperti PT Petrosea Tbk, PT Darma Henwa, dan PT Pamapersada Nusantara.
Meski beberapa usaha jasa pertambangan diprediksi menurunkan investasi tahun ini, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengambil jurus yang sebaliknya. Tahun ini DEWA berencana menggelontorkan capital expenditure (capel) US$ 15 juta. Anggaran belaiua modal itu dialokasi untuk membeli fasilitas pendukung produksi, seperti mesin, komponen, hingga infrastruktur jalan.
Sebelumnya, Wachjudi Martono, Direktur DEWA, merinci, investasi pengadaan alat dan mesin pada (alum ini akan mencapai US$ 51,9 juta. "Sementara, komponen akan mencapai US$ 1.2 juta dan pembangunan infrastruktur sekitar US$ 6,9 juta," kata dia.
Dia menerangkan, pihaknya berencana membeli tujuh unit mesin yang akan berfungsi untuk mendukung kegiatan produksi. Adapun harga tiap unit tersebut diperkirakan mencapai US$ 2,1 juta. Itu artinya, total dana untuk pembelian 7 unit mesin tersebut berkisar US$ 15 juta.
Sumber : KONTAN, 18 Juni 2013
Last Updated ( Thursday, 20 June 2013 07:57 )
Kode Mineral Tunggu Aturan Penetapan
Thursday, 20 June 2013 07:52
David Dwiarto
Ignasius Laya
JAKARTA. Pemerintah diminta segera menerbitkan peraturan intuk menetapkan Kode Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) sebagai standar laporan kode cadangan mineral.
Achmad Ardianto, Ketua Perhimpunan Ahli Tambang Indonesia (Perhapi), menyatakan KCMI sudah sangat siap diimplementasi, bahkan beberapa perusahaan tambang sudah mulai nenggunakan KCMI.
"Sekarang yang dibutuhkan ialah peraturann menteri agar pelaporan cadangan dan kualitasnya mengacu pada kode tertentu. Kita sudah punya KCMI kenapa kita tidak pakai itu dan nasih mengacu pada kode negara yin? kata dia, Senin.
Achmad mengatakan Perhapi dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), telah menyusun KCMI dalam semua komite bersama. Hasilnya telah diserahkan kepada pemerintah. Komite bersama bahkan telah membantu menyusun draf usulan peraturan menteri dan menyerahkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Namun draft tersebut telah dikembalikan karena pemerintah telah menerbitkan peraturan tentang standar nasional Indonesia (SNI) terkait dengan laporan produksi dan hal-hal lainnya terkait kegitan pertambangan.
Menurut Achmad, SNI tidak bisa menggantikan KCMI karena cadangan hares merujuk pada nilai tertentu yang jelas dan sah secara keilmuan. Dia mencontohkan untuk eksplorasi batubara, diameter lubang hares disebutkan jelas. Jarak maksimal lubang bor eksplorasi hares disebutkan secara jelas. Eksplorasi untuk tambang mineral seperti emas juga berbeda. Hal-hal teknis seperti itu tidak diatur dalam per-aturan yang mengatur tentang SNI pertambangan.
"Standar JORC memakai pendekatan Australia sehingga competent person juga hares mengacu ke Australia. Oleh karena itu bisanya hares orang Australia. Padahal kita punya dan bisa memakai competent person dalam negeri," tutur dia.
Selain memakai standar pela-poran cadangan berdasarkan standar Australasian Joint Ore Reserves Committee (JORC), Indonesia juga menggunakan standar yang digunakan di Kanada. Hal ini mengakibatkan Indonesia tidak memiliki standar yang bake.
Penggunaaan KCMI akan mempermudah perusahaan tambang yang sudah dan akan melakukan penawaran umum (listing) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendapatkan dana publik. Alasannya, standar yang digunakan untuk menilai cadang-an adalah standar formal, bukan standar yang dipilih masing-masing perusahaan.
Jika semua laporan hasil eksplorasi memiliki sate standar yang sama, perbankan tidak akan rage untuk memberikan pinjaman bagi pengembangan tambang. Hal ini tentu mempermudah investasi bagi perusahaan tambang.
"Tinggal selangkah lagi. Kalau peraturan menteri sudah ada, bursa tinggal meratifikasi peraturan itu," kata dia.
Prioritas
Ardianto menambahkan, saat ini penetapan KCMI belum men-dapatkan prioritas dari pemerintah. Namun asosiasi akan terns mendorong penerbitan aturan yang menetapkan KCMI sebagai standar pelaporan cadangan mineral di dalam negari. Asosiasi menargetkan aturan itu dapat segera terbit tahun ini.
Ilham A. Habibie, Wakil Ketua Kadin bidang Riset dan Teknologi, menyatakan Indonesia sejak lama menggunakan standar pelaporan cadangan berdasarkan standar Australia. Hal ini membuat perusahaan tambang dalam ne-geri hares mengeluarkan dana untuk konsultan dari luar negeri.
"Indonesia harusnya punya standar pelaporan sendiri," tegas dia.
Sumber : Indonesia Finance Today, 18 Juni 2013
Last Updated ( Thursday, 20 June 2013 07:54 )
China Minati Hilirisasi
Thursday, 20 June 2013 07:49
David Dwiarto
Kawasan Industri Disiapkan di Indonesia Timur
JAKARTA, KOMPAS. Pemerintah China dan Indonesia merancang kerja sama ekonomi untuk membangun kawasan industri di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Kawasan industri di daerah sumber mineral itu akan dilengkapi fasilitas pemurnian (smelter) bagi program hilirisasi.
Rencana kerja sama antarpemerintah (G to Gf) itu disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat, Senin (17/6), seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Peng Qinghua, Sekretaris Partai Komunis China (CPQ Wilayah Guangxi. Hadir juga antara lain Duta Besar China Liu Jianchao dan Deputi Sekretaris Jenderal CPC Lin Huaiyong.
"Ini program hilirisasi di bidang mineral. Ini momentum penting ketika Indonesia ingin melaksanakan Undang-Undang Minerba, di mana tahun 2014 kita melarang ekspor bahan mentah mineral, serta mendirikan industri smelter, sehingga nilai tambahnya ada di Indonesia," kata Hidayat.
Kerja sama pembangunan kawasan industri di wilayah Indonesia bagian timur itu, menurut Hidayat, merupakan kelanjutan dari kerja sama pengembangan kawasan ekonomi dan perdagangan di Bekasi. Sejauh ini ada 30 investor China yang berpartisipasi dalam pengembangan kawasan di Bekasi itu.
Selain pengembangan kawasan industri, China juga berminat menanamkan investasi bersama PT Antam senilai 1,6 miliar dollar AS. Investasi dalam pengolahan nikel itu dalam proses perundingan.
Saat membuka pertemuan, Presiden menyatakan harapannya agar hubungan baik dan kemitraan Indonesia-China semakin meningkat dan berkembang. Presiden mencontohkan, volumeperdagangan Indonesia-China yang lebih dari 50 miliar dollar AS per tahun tergolong cukup besar. "Kita berharap ke depan investasi dan perdagangan dapat kita tingkatkan lagi," katanya.
Kawasan industri
Menurut Peng Qinghua, sejarah persahabatan China-Indonesia sudah terjalin lama. Sebagai dua negara besar, ekonomi Indonesia ataupun China pada tahun-tahun terakhir berkembang pesat Ruang kerja sama kedua negara juga terbuka luas. Khususnya Provinsi Guangxi yang secara geografis sangat dekat dengan Indonesia, potensi kerja sama juga terbuka lebar.
"Kami mendorong pengusaha (China) mendirikan zona ekonomi di Indonesia. Sebaliknya, kami juga membuka diri bila pengusaha Indonesia bersedia membuka zona ekonomi di Guangxi," katanya
Peng Qinghua juga menyatakan, pihaknya akan berusaha meningkatkan konektivitas Indonesia-China. Ia menginformasikan, Provinsi Guangxi akan melaksanakan pameran produk unggulanke-10 pada September mendatang. Ia mengundang pengusaha Indonesia ambil bagian dalam pameran tersebut
Hidayat saat ditemui seusai pertemuan dengan Peng Qinghua beserta delegasi dari Provinsi Guangxi di Kementerian Perindustrian menegaskan, Indonesia melalui Kementerian Perindustrian akan melanjutkan pembicaraan dengan pihak China menyangkut realisasi kawasan industri di bagian timur Indonesia.
"Duta Besar China mau ketemu saya pada Kamis nanti di kantor Kementerian Perindustrian untuk melanjutkan nota kesepahaman yang sedang disiapkan kedua pemerintah untuk merealisasikan kawasan industri di Indonesia timur," kata Hidayat
Delegasi China juga mengajak Indonesia saling berinvestasi. "Maksudnya, dari Indonesia ada investasi Sinar Mas cukup besar untuk pulp di GuangxL Mereka akan membalas berinvestasi ke Indonesia, khususnya hilirisasi mineral di Indonesia timur. Selain mineral tambang, mereka juga serius di minyak dan gas," ujar Hidayat. (WHY/CAS)
Sumber : KOMPAS, 18 Juni 2013
Last Updated ( Thursday, 20 June 2013 07:52 )
Pasir Konsentrat di Lokasi Freeport Dijarah Nonkaryawan
Thursday, 20 June 2013 07:45
David Dwiarto
JAYAPURA [PAPOS]. Sebanyak 80 orang nonkaryawan PT Freeport Indonesia melakukan pendulangan atau penjsrahan pasir concentrat disertai dengan pengrusakan kendaraan fasilitas Freeport, Minggu (16/6).
Kabid Humas Polda Papua Kombes (Pol) I Gede Sumerta Jaya membenarkan menerima laporan 80 orang nonkaryawan melakukan penjarahan pasir konsentrat di sekitar lokasi tambang emas PT. Freeport Indonesia mile 74 Tembagapura, Mimika Minggu'(16/6) sekitar pukul 19.00 WIT hingga mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan raksasi itu.
"Minggu (16/6) sekitar pukul 19.00 WIT, sekitar 80 orang nonkaryawan masuk dengan cara sembunyi-sembunyi ke dalam lokasi areal pabrik tambang Mile 74 dan langsung melakukan pengrusakan kendaraan, fasilitas pabrik yang bertujuan untuk mengambil consentrat," ungkapnya, Senin (17/6).
Pengrusakan tersebut, rata-rata kendaraan kaca-kaca hancur, seperti Kendaraan LWB Departemen Maintenes Mine No. Lambung 4053, Kendaraan LWB Departemen Grasberg Operation No Lambung 4013, Kendaraan LWB Departemen Mill No Lambung 3382, Kendaraan LWB Departemen Grasberg Operation No. Lambung 4479, Kendaraan LWB Departemen Maintenes Mine No. Lambung 4269.
Sesuai laporan yang diterima, kejadian itu bermula sekitar pukul 19.00 WIT, masyarakat nonkaryawan berjumlah 30 orang telah berkumpul di seputaran Barak W dan Mess Kenanga Ridge Camp, sedangkan beberapa masyarakat sudah berhasil melalui Pos 800 menuju OB3 dengan sembunyi-sembunyi menuju Pabrik Mile 74 dengan cara naik bus.
Sekitar pukul 19.23 WIT terjadi pelemparan terhadap kaca bus karyawan di seputaran Terminal Mile 74 lalu Pukul 19.30 WIT, masyarakat nonkaryawan yang berhasil sampai di area pabrik melakukan pengrusakan terhadap kendaraan yang lewat dan juga fasilitas kantor-kantor sambil berteriak-teriak.
Karyawan yang sedang kerja panik dan menuju tempat berkumpul karyawan di terminal Mile 74. Kemudian sekitar Pukul 21.10 WIT, aparat keamanan bersama securty area Pabrik Mile 74, mengamankan masyarakat nonkaryawan yang langsung dinaikkan ke bus. Sekitar 50 orang dikawal kendaraan escort menuju e Polsek Tembagapura.
Pukul 21.30 WIT masyarakat yang berjumlah 7 orang yang akan melewati dari susuran Kali Camp David, diamankan di Pos 800, guna dikembalikan ke Desa Banti. Pukul 22.40 WIT, area Pabrik dan area Kantor OB 1 dan 2 Mile 74, sudah diamankan dan juga sudah, dievakuasi karyawan oleh Security, Satgas, Polri, dan TNI. Kemudian berselang pukul 22.41 WIT, bus 5 unit bergeser dari Ridge Camp menuju Terminal Mile 74 untuk mengavakuasi karyawan yang berada di area Amole, area Kasuang Shop.
Karyawan diajak kembali menuju barak namun karyawan tersebut menolak kembali ke area kerjanya. Pukul 23.00 WIT, masyarakat nonkaryawan berjumlah sekira 300 orang dari arah Kali Camp David Head Rut berkumpul di Pompa 1, sementara pihak Security dan Satgaspam melakukan penutupan jalan menuju arah Mile 74.
Pukul 23.30 WIT, masyarakat nonkaryawan terus bertambah jumlahnya sekitar 500 orang terdiri dari laki-laki, perempuan, anak-anak dan juga terlihat beberapa masyarakat pendatang.
Sebagian masyarakat mulai membongkar bengkel dekat jalan naik head root dan menyalakan api dengan membakar karet konfeyor bekas di area Camp David kemudian Pukul 00.00 WIT, masyarakat nonkaryawan mulai bergerak naik menuju area pabrik Mile 74 dengan membawa perlengkapan wajan, pisau, panah dan alat tajam lainnya.
Pukul 00.10 WIT, kendaraan Nomor Lambung 01-3208 GRS MTC driver Jhon Uamang di Mile 72,5 tiba-tiba saja meluncur sehingga mengakibatkan driver mengalami kaki kiri patah akibat tergilas ban kendaraannya.
Pukul 00.25 WIT, mobil ambulance dan Tim ERG tiba untuk mengevakuasi, korban dibawa ke hospital guna perawatan lebih lanjut. Namun masyarakat sudah melakukan pembongkaran terhadap shop/bengkel-bengkel di area kerja dan melakukan penjarahan-penjarahan fasilitas perusahaan tambang.
Pukul 01.00 WIT, situasi di area pabrik contretrating sudah tidak bisa dibendung dari nonkaryawan telah melakukan pembongkaran-pembongkaran fasilitas perusahaan tambang emas PT. Freeport Indonesia sambli mengambil bahan tambang yang berada di area tersebut.
Pukul 02.15 WIT secara berangsur-angsur nonkaryawan yang melakukan pendulangan atau penjarahan pasir consentrat berhasil diturunkan dengan beberapa unit bus dengan membawa jarahan pasir consentrat perusahaan tambang PT. Freeport Indonesia.
Mengenai motif kata I Gede masih diselidiki. "Polres Mimika masih penyelidikan terhadap ratusan orang yang menjarah pasir consentrat perusahaan tambang emas PT. Freeport Indonesia. Hingga sekarang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kerugian juga belum diketahui berapa jumlah sebab masih dalam penyelidikan pihak Polres Mimika." [tom]
Sumber : Papua Pos, 18 Juni 2013
Last Updated ( Thursday, 20 June 2013 07:48 )
|
|