Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

AKHIR PEKAN, HARGA EMAS NAIK

Surel Cetak PDF

EMAS berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah pasar ekuitas Amerika Serikat melemah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus bertambah USD10,40 atau 0,82 persen, menjadi menetap di USD1.272,70 per ounce.

Emas mendapat dukungan karena Dow Jones Industrial Average AS turun 26 poin atau 0,15 persen pada pukul 19.20 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas mencatat kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun.

Sementara itu, sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis memberikan tekanan pada logam mulia, karena klaim pengangguran mingguan turun 4.000 ke level 264,000. Para analis mencatat bahwa angka klaim pengangguran ini lebih baik dari yang diharapkan.

Namun, logam mulia dicegah dari kenaikan lebih lanjut ketika indeks dolar AS menguat 0,44 persen menjadi 93,96, pada pukul 19.20 GMT.

Perak untuk pengiriman Juli bertambah 28,30 sen, atau 1,67 persen, menjadi ditutup pada USD17,268 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD8,20 atau 0,81 persen menjadi ditutup pada USD1.003,80 per ounce. (dni)

Sumber : Okezone.com, 10 Juni 2016

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 14 Juni 2016 08:21 )
 

HARGA TEMBAGA: TURUN 0,88%, PENURUNAN KLAIM PENGANGGURAN AS KUATKAN DOLAR

Surel Cetak PDF

Renat Sofie Andriani

HARGA tembaga kontrak Juli 2016 bergerak melemah menuju penurunan terbesar dalam lebih dari sebulan pada perdagangan hari ini, Jumat (10/6/2016), terhempas oleh prospek penaikan suku bunga AS yang mengangkat pergerakan dolar AS. 

Harga komoditas logam tersebut dibuka dengan kenaikan tipis sebesar 0,07% atau 0,15 poin ke US$204,05 per pound dan bergerak melemah sebesar 0,88% atau 1,80 poin ke US$202,10 per pound pada pukul 14.33 WIB.

Seperti dilansir Reuters hari ini, angka pengajuan manfaat bagi pengangguran di Amerika jatuh minggu lalu. Hal ini menunjukkan penguatan yang berlanjut pada pasar tenaga kerja meski terjadi perlambatan signifikan dalam hal penyerapan tenaga kerja bulan lalu dan berujung kepada penguatan dolar AS.

“Ke depan, kami mengharapkan untuk melihat hempasan yang bersifat jangka pendek terhadap logam, khususnya tembaga, terutama karena permintaan musim panas yang lemah dan perubahan susunan saham,” kata Argonaut Securities dalam catatannya.  

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau bergerak naik sebesar 0,13% atau 0,120 poin ke level 94,073 pada pukul 14.34 WIB.

Pada perdagangan Kamis (9/6/2016), harga tembaga ditutup dengan pelemahan signifikan sebesar 1,09% atau 1,80 poin ke posisi 203,90. Bloomberg

Sumber : Bisnis.com, 10 Juni 2016

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 14 Juni 2016 08:08 )
 

NIKEL MELAJU KE LEVEL TERTINGGI SATU BULAN

Surel Cetak PDF

NIKEL melaju kencang dengan dukungan sentimen dari Eropa, China dan Amerika Serikat. Kenaikan harga yang cukup tajam mulai membuka peluang koreksi teknikal.

Mengutip Bloomberg, Kamis (9/6) pukul 14.22 waktu Singapura, harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange menguat 1,8% ke level US$ 9.120 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya sekaligus level tertinggi dalam satu bulan. Sepekan terakhir, nikel menanjak 7,6%.

Harga nikel masih melanjutkan penguatan setelah Rabu (8/6) naik tajam 4,4% atau kenaikan tertinggi sejak 15 Februari. Menguatnya harga nikel mendapat dorongan dari stimulus ekonomi Bank Sentral Eropa (ECB) serta perbaikan dalam neraca perdagangan China.

 

Guna merangsang lesunya ekonomi di zona euro, ECB membeli sejumlah obligasi yang diterbitkan oleh beberapa korporasi besar. Sementara di China, impor bulan Mei hanya turun tipis 0,4% dibanding bulan sebelum-nya.

 

Ini merupakan angka penurunan terkecil sejak akhir 2014 sehingga memberi sinyal membaiknya permintaan domestik. Penjualan kendaraan penumpang di China juga naik sembilan kali dalam sepuluh bulan berturut - turut.

 

Ibrahim, Direktur Utama PT Garuda Berjangka memaparkan, perlambatan ekonomi di Eropa membuat ECB harus mengambil inisiatif untuk menggelontorkan stimulus. Pasalnya, tingkat manufaktur zona euro masih cenderung stagnan, sementara inflasi belum juga mencapai target.

 

Di samping itu, permasalahan Yunani masih terus menjadi beban di zona euro. Yunani memiliki beberapa obligasi jatuh tempo jangka pendek yang menunggu untuk dibayar. "Sebaliknya, China mengindikasi-kan kondisi ekonomi cukup positif," ujarnya.

 

Di samping itu, harga logam juga pulih di tengah lunturnya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Hal ini membawa tekanan pada dollar AS sehingga meningkatkan harga komoditas. Jatuhnya data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) membuat pelaku menilai The Fed tidak akan menaikkan suku bunga di bulan Juni.

 

Selanjutnya, data Unemployment AS secara mingguan yang dirilis Kamis malam (9/6) akan menjadi fokus perhatian. Adapun proyeksinya naik menjadi 269.000 dari sebelumnya 267.000. "Jika pengangguran bertambah, nikel bisa melanjutkan kenaikan hingga akhir pekan," duga Ibrahim.

 

Namun demikian, resiko profit taking yang membuat harga koreksi masih terbuka. Apalagi, dalam sepekan terakhir harga nikel naik cukup signifikan. Wuwun Nafsiah

Sumber : Kontan.co.id, 10 Juni 2016


Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 14 Juni 2016 08:05 )
 

HARGA BATUBARA: MELEMAH HARI KETIGA, DITUTUP TURUN 0,49%

Surel Cetak PDF

Renat Sofie Andriani

PELEMAHAN harga batubara melanjutkan relinya pada penutupan perdagangan ketiga, Kamis (9/6/2016).

Pada perdagangan Kamis, harga batubara untuk kontrak Juni 2016, kontrak teraktif di bursa Rotterdam, ditutup melemah sebesar 0,49% atau 0,25 poin ke US$50,75/metrik ton, setelah dibuka turun 0,29% ke US$50,85.

Pada hari perdagangan sebelumnya (Rabu, 8/6/2016), harga batubara ditutup anjlok sebesar 1,83% atau 0,95 poin ke US$51/ metrik ton.

Reli pelemahan harga batubara terjadi di tengah isu peralihan sumber bahan bakar ke sumber energy dengan tingkat polusi lebih rendah oleh banyak negara.

Menurut laporan tahunan BP Plc. atas review tren energi, seperti dikutip Bloomberg sebelumnya, konsumsi batubara global menurun ke tingkat terdalam pada tahun lalu ketika AS dan negara berekonomi maju lainnya mulai beralih dari bahan bakar fosil dengan tingkat polusi paling tinggi itu.

Di sisi lain, pelemahan harga batubara juga sejalan dengan koreksi minyak mentah. Harga minyak mentah merosot dari level tertinggi dalam 10 bulan terakhir pada penutupan perdagangan kemarin.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli turun 67 sen ke posisi US$50,56 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan global Brent untuk pengiriman Agustus turun 56 sen atau 1,1% ke US$51,95 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Bloomberg

Sumber : Bisnis.com, 10 Juni 2016

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 14 Juni 2016 08:01 )
 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL