Tuesday, March 9, 2010
Bumi Resources Tambah Saham Newmont
JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) berniat mengakuisisi 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) periode divestasi 2010. MDB bakal memiliki 31% saham produsen emas itu dari sebelumnya 24%.
Bumi Resources melalui anak usahanya, PT Multi Capital, menguasai 75% saham MDB. Sisanya 25% dimiliki tiga pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat, dan Pemkab Sumbawa.
Dengan kepemilikan 24% saham oleh MDB saat ini, Bumi Resources secara tidak langsung memegang sekitar 18% saham Newmont dan tiga pemda NTB sebesar 6%. Kepemilikan saham tersebut bisa bertambah bila Bumi dan tiga pemda menguasai 31% saham Newmont. Bumi bakal memiliki 23,25% saham, sedangkan pemda 7,75%.
Senior Vice President Investor Relations Bumi Resources Dileep Srivastava mengaku telah menyiapkan pendanaan akuisisi tersebut Namun, saat ini, pihaknya masih menunggu informasi final dari penjual saham Newmont. Karena itu, Bumi belum bisa mengungkapkan secara rinci mengenai skema pembelian 7% saham Newmont.
"Kami akan membuat pengumuman resmi pada saatnya nanti, supaya tidak ada spekulasi sekarang ini," kata Dileep kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (2/3).
Direktur Utama Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto pernah mengatakan, pihaknya akan menawarkan 7% saham periode divestasi 2010 paling lambat pada 31 Maret Harga saham yang akan ditawarkan diperkirakan lebih tinggi dibanding harga saham periode divestasi tahun lalu, seiring meroketnya harga komoditas mineral.
Sebelumnya, MDB telah merampungkan pembelian 24% saham divestasi Newmont periode 2006-2010 senilai total US$ 887,3 juta. Pembelian itu terdiri atas saham divestasi 2006 dan 2007 senilai US$ 391 juta dan US$ 493,6 juta untuk periode 2008 dan 2009. Sisa saham NNT masih dimiliki Nusa Tenggara Partnership (Newmont Indonesia Ltd dan Nusa Tenggara Mining Corp) sebanyak 56% dan PT Pukuafu Indah 20%.
Selama 2008-2009, Newmont Nusa Tenggara merupakan kontributor terbesar yaitu sekitar 25% terhadap margin yang diperoleh induk usahanya, Newmont Corporation. Saat ini, tingkat produksi tambang Batu Hijau mencapai rata-rata sekitar 2.000-3.000 ton konsentrat mineral, yang diperoleh dari proses penggilingan sekitar 120.000 ton batuan mineral per hari.
Dirut PT Daerah Maju Bersaing Andi Hadianto mengatakan, pihaknya siap mengajukan penawaran untuk meraih 7% saham divestasi Newmont periode 2010. Menurut dia, daerah siap berkolaborasi dengan mitra strategis untuk mendapatkan saham tersebut. "Kami siap mengambil lagi 7% saham yang akan didivestasi tahun ini," katanya.
Sesuai kontrak karya yang diteken Newmont dan Pemerintah Indonesia pada Desember 1986, manajemen NNT harus menawarkan saham terlebih dahulu kepada pemerintah pusat atau BUMN. Jika tidak diambil, pemerintah daerah berhak membeli saham tersebut.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pernah tertarik membeli saham divestasi Newmont periode 2006-2010. karena berpeluang menguasai hingga 31% saham. Dari jumlah tersebut, Antam sempat menargetkan kepemilikan saham sekitar 15%. Namun, keberhasilan Bumi Resources dan tiga pemda NTB mengakuisisi 24% saham Newmont telah menutup peluang Antam.
"Kami tidak mungkin ambil saham yang tersisa sebesar 7%. Kami akan cari tambang emas baru, selain mengembangkan proyek Cibaliung tahun ini," ujar Direktur Utama Antam Alwin Sjah Loebis.
Antam menganggarkan dana US$ 48 juta untuk mengembangkan dan membangun pabrik di tambang emas Cibaliung, Pandeglang, Banten. Tahun ini, produksi tambang tersebut ditargetkan mencapai 2 ton. Selanjutnya, kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi 12,8 ton dalam kurun waktu enam tahun.
Sumber : Investor Daily, 03 Maret 2010
|